Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-Macam Isian Nasi Tumpeng Jakarta Serta Makna Filosofisnya

Indonesia memang terkenal dengan beragam kuliner yang menggoyang lidah. Berbagai daerah di Nusantara memiliki makanan khasnya masing-masing. Salah satunya adalah Nasi Tumpeng Jakarta yang biasanya disajikan pada acara-acara formal maupun semi-formal dan memiliki nilai simbolik.

Macam-macam Isian Dalam Nasi Tumpeng Jakarta

Nasi tumpeng sudah ada sejak ribuan tahun silam. Namun yang paling terkenal adalah dari wilayah Jawa dan sekitarnya, termasuk ibukota Jakarta. Kuliner berupa nasi dibentuk kerucut serta diberi aneka macam lauk pauk maupun sayuran konon kabarnya memiliki filosofinya masing-masing.

1. Nasi Kuning dan Putih

Dua jenis nasi tersebut biasanya memang digunakan untuk tumpengan. Keduanya sama-sama memiliki citarasa gurih karena pada dasarnya, bumbu yang dipakai tidak jauh berbeda diantaranya: lengkuas, daun salam, dan serai. Untuk warna kuningnya, diambil dari parutan kunyit.

Nasi putih secara filosofis, melambangkan kebersihan. Maknanya adalah bahwa rezeki yang diperoleh dari sumber yang baik (halal) dan bersih. Sementara nasi kuning, dimaknai sebagai harapan agar hidup berkecukupan dari segi materi serta memiliki akhlak atau moral baik.

2. Lauk Ayam Utuh atau Suwir

Ayam adalah lauk yang paling banyak digunakan sebagai pendamping nasi tumpeng. Biasanya dimasak dengan cara digoreng, namun jika ingin diolah dengan cara lain seperti dipanggang, bakar, atau di-tim pun tidak masalah karena selera orang pasti berbeda-beda.

Ayam sebagai pendamping nasi tumpeng bisa berbentuk utuhan (ingkung) atau sudah disuwir-suwir untuk memudahkan penyajian. Biasanya menggunakan daging ayam jantan. Secara filosofisnya bermakna suatu harapan agar dijauhkan dari sifat-sifat buruk seperti dengki dan sombong.

3. Lauk Ikan

Selain ayam, ikan juga seringkali digunakan sebagai lauk pendamping pada nasi tumpeng Jakarta maupun daerah lain karena Indonesia sendiri termasuk negara maritim sehingga perairannya luas. Biasanya menggunakan ikan asin layur, bandeng, kakap atau lele.

Ikan asin layur (berbentuk gepeng), secara filosofis diartikan manusia adalah makhluk sosial sehingga harus berkumpul dengan orang lain, lele memiliki makna keuletan serta ketabahan sedangkan bandeng dimaknai sebagai rejeki yang melimpah seperti duri dalam dagingnya.

4. Olahan Telur

Ada ayam, ikan, ada juga olahan telur sebagai lauk pendamping dalam nasi tumpeng. Selain dapat diolah dengan cara didadar kemudian dilipat lalu diiris tipis-tipis, jika ingin dimasak balado, terik atau semur pun tidak masalah. Disesuaikan dengan selera saja.

Lazimnya, nasi tumpeng di Pulau Jawa menggunakan olahan dari telur rebus yang sudah dikupas (balado, semur atau terik), ini memiliki makna filosofis untuk mencapai hasil agar sesuai dengan harapan, maka diperlukan kerja keras dan juga perencanaan.

5. Sayur Urap

Sayur urap merupakan salah satu olahan salad asli Indonesia. Biasanya, isinya menggunakan daun bayam atau kangkung, kacang panjang, taoge dan wortel kemudian dicampur dengan parutan kelapa yang sudah diberi bumbu bawang putih, bawang merah, kencur dan terasi.

Masing-masing sayuran memiliki nilai filosofisnya masing-masing. Daun bayam maknanya ayem tentrem (tentram), kangkung bermakna jinangkung (dilindungi oleh Tuhan), tauge atau kecambah diartikan sebagai pertumbuhan ke arah baik serta kacang panjang melambangkan panjang umur.

Nasi Tumpeng Jakarta
Selain kelima lauk dan sayur di atas, olahan dari kentang juga biasanya dipakai dalam nasi tumpeng Jakarta. Ragam masakannya pun cukup banyak mulai dari sambel goreng atau balado, kentang mustofa hingga perkedel. Selain itu, tahu tempe juga terkadang ditambahkan sebagai pendamping.

Posting Komentar untuk "Macam-Macam Isian Nasi Tumpeng Jakarta Serta Makna Filosofisnya"